BULATAN TIMES – Nvidia berencana menginvestasikan US$3 miliar melalui penawaran saham Meta Platforms. Kesepakatan yang diumumkan pada 27 Oktober 2026 itu disertai perluasan kerja sama kedua perusahaan dalam pengembangan asisten kecerdasan buatan (AI) Muse dan infrastruktur komputasi pendukungnya.
Investasi tersebut berbentuk pembelian saham Meta, bukan dana yang seluruhnya dialokasikan secara langsung untuk pengembangan Muse. Nvidia dan Meta juga akan bekerja sama meningkatkan kinerja model AI, mulai dari proses pelatihan hingga pengoperasiannya saat melayani pengguna.
Muse menjadi salah satu fokus pengembangan AI Meta. Sistem tersebut mencakup model dan agen AI yang dirancang untuk membantu pengguna menjalankan berbagai tugas melalui perangkat lunak.
Kerja Sama Nvidia dan Meta Fokus pada AI Muse
Nvidia dan Meta akan mengoptimalkan penggunaan infrastruktur komputasi agar model Muse dapat dilatih dan dijalankan dengan lebih efisien. Kedua perusahaan juga menargetkan peningkatan kinerja serta pengendalian biaya operasional sistem AI.
Meta telah menggunakan teknologi Nvidia untuk mendukung pengembangan model dan agen AI tersebut. Kerja sama baru akan memperluas optimasi pada berbagai tahap pemrosesan, bukan hanya menambah kapasitas perangkat keras.
Selain itu, kedua perusahaan sedang mempertimbangkan pemanfaatan teknologi Nvidia OpenShell dan Nvidia Sentry. OpenShell berkaitan dengan penerapan agen AI secara lebih aman, sedangkan Sentry ditujukan untuk memantau perilaku agen saat menjalankan tugas.
Penggunaan kedua teknologi tersebut masih berada pada tahap penjajakan kerja sama dan belum diumumkan sebagai implementasi yang telah selesai.
Meta Akan Perluas Penggunaan Chip dan Jaringan Nvidia
Di sisi infrastruktur, Meta berencana memperluas penggunaan platform Nvidia Vera Rubin dan prosesor Vera untuk mendukung sistem AI generasi berikutnya.
Meta juga akan mengadopsi teknologi jaringan Spectrum-X Ethernet dan BlueField-4. Keduanya ditujukan untuk mendukung pertukaran data serta kapasitas jaringan dalam pusat data yang menangani beban kerja AI berskala besar.
Perluasan tersebut melanjutkan kemitraan jangka panjang Nvidia dan Meta yang telah diumumkan pada Februari 2026. Dalam kerja sama sebelumnya, kedua perusahaan menyiapkan penggunaan prosesor, GPU, dan teknologi jaringan Nvidia untuk pusat data Meta.
Nvidia dan Meta belum mengumumkan tanggal penyelesaian investasi US$3 miliar dalam pernyataan kerja sama terbaru. Realisasi transaksi tetap bergantung pada proses serta persyaratan penawaran saham yang berlaku.
Baca Juga: Nvidia Jajaki Investasi Rp. 81 Triliun di Batam, Pemerintah Sebut Belum Final
Baca Juga: Harga ASUS ProArt P14 dan P16 di Indonesia, Ini Spesifikasi RTX Spark





