24 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Rab
26 ° Kam
Selasa, Oktober 27, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home TEKNO & SAINS

Danantara Siapkan Industri Cip untuk Pusat Data AI, Tak Cuma Sewa Lahan

Danantara ingin memperluas industri pusat data ke pengembangan cip dan perangkat keras, didukung pelatihan desain semikonduktor bersama Arm.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
27 Oktober 2026, 13.06 WIB
in TEKNO & SAINS
Ilustrasi para insinyur berdiskusi di laboratorium dengan laptop, cip semikonduktor besar, robot, dan rak server di latar belakang

Ilustrasi pengembangan desain cip semikonduktor dan teknologi AI di Indonesia, bukan dokumentasi proyek Danantara yang telah dibangun. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

BULATAN TIMES – Danantara Indonesia menyiapkan pengembangan industri semikonduktor untuk mendukung kebutuhan pusat data dan kecerdasan buatan (AI). Rencana tersebut mencakup cip pengendali, perangkat keras, serta penguatan kemampuan industri dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menyediakan lahan dan bangunan pusat data.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, memaparkan arah pengembangan tersebut dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Danantara ingin memperluas keterlibatan industri nasional ke bidang desain teknologi dan manufaktur perangkat. Meski demikian, lokasi pabrik semikonduktor baru, besaran investasi khusus, dan jadwal produksi massalnya belum diumumkan.

Danantara Ingin Produksi Perangkat Pusat Data

Pembangunan pusat data di Indonesia selama ini banyak berfokus pada penyediaan lahan, gedung, serta infrastruktur pendukung.

Menurut Sigit, kegiatan tersebut belum mencakup seluruh peluang ekonomi dari industri pusat data. Peralatan yang digunakan untuk mengoperasikan fasilitas juga menjadi bagian dari rantai industri yang ingin dikembangkan.

Salah satu sasaran Danantara adalah pengembangan cip pengendali dan perangkat keras pusat data melalui kerja sama dengan mitra teknologi.

Cip pengendali merupakan komponen elektronik yang membantu menjalankan fungsi tertentu dalam sistem perangkat. Dalam lingkungan pusat data, berbagai jenis cip digunakan untuk mengelola proses komputasi, jaringan, dan perangkat pendukung.

Kebutuhan itu semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan AI. Pusat data untuk AI memerlukan kemampuan pemrosesan besar, tetapi juga bergantung pada sistem penyimpanan, jaringan, pengelolaan daya, dan pendinginan.

Namun, cip pengendali tidak selalu sama dengan akselerator AI yang digunakan untuk memproses model kecerdasan buatan.

Pengembangan keduanya melibatkan kebutuhan desain, teknologi, dan proses produksi yang dapat berbeda.

Industri Semikonduktor Jadi Bagian dari Hilirisasi

Danantara juga menempatkan semikonduktor dalam agenda peningkatan nilai tambah industri Indonesia.

Sigit menilai kekayaan mineral nasional perlu didukung kemampuan mengolah bahan menjadi komponen dan produk dengan teknologi lebih tinggi.

Tujuannya agar kegiatan industri tidak berhenti pada penjualan bahan mentah ataupun perakitan produk menggunakan komponen dari luar negeri.

Pengembangan industri semikonduktor melibatkan sejumlah tahapan, mulai dari riset, perancangan cip, pembuatan komponen, pengujian, hingga integrasi ke produk akhir.

Setiap tahapan membutuhkan kemampuan berbeda. Industri perancangan cip, misalnya, dapat berkembang melalui tenaga ahli dan perangkat lunak desain, sedangkan fasilitas fabrikasi membutuhkan mesin khusus, proses produksi presisi, serta investasi besar.

Danantara membuka peluang untuk memperkuat kemampuan BUMN yang sudah ada. Jika kebutuhan teknologinya belum dapat dipenuhi, pengembangan industri baru dapat dilakukan bersama mitra strategis.

Baca Juga: Nvidia Jajaki Investasi Rp. 81 Triliun di Batam, Pemerintah Sebut Belum Final

Pelatihan Desain Cip Bersama Arm Sudah Dimulai

Pengembangan industri semikonduktor tidak hanya bergantung pada investasi fasilitas produksi.

Indonesia juga membutuhkan tenaga ahli yang mampu merancang dan mengembangkan teknologi cip.

Danantara sebelumnya menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi semikonduktor Arm Limited di London pada 23 Februari 2026.

Kerja sama tersebut dilanjutkan dengan Program Pelatihan Arm yang diluncurkan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 20 Mei 2026.

Mengutip keterangan Kemdiktisaintek, program itu menargetkan hingga 1.000 peserta pada tahap awal dan akan diperluas secara bertahap untuk menjangkau 15.000 peserta.

Peserta mencakup mahasiswa, lulusan baru, dosen, peneliti, dan tenaga profesional yang ingin mengembangkan keterampilan di bidang desain cip.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu fondasi untuk menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri semikonduktor.

Dalam rencana kerja sama dengan Arm, desain cip untuk pusat data termasuk salah satu bidang yang pernah diusulkan pemerintah, bersama kebutuhan otomotif dan perangkat yang terhubung ke internet atau Internet of Things.

Namun, target pelatihan 15.000 peserta bukan berarti jumlah tenaga ahli tersebut sudah seluruhnya menyelesaikan program atau Indonesia telah memiliki fasilitas produksi cip sendiri.

Pengembangan Cip Juga Menyasar Industri Otomotif

Di luar kebutuhan pusat data, Danantara turut mendorong penguasaan teknologi semikonduktor untuk industri kendaraan.

Pada 7 Oktober 2026, Sigit meminta PT LEN Industri mengambil peran utama dalam pengembangan cip otomotif berbasis AI.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan kendaraan, termasuk proyek mobil nasional, dengan kemungkinan kerja sama bersama perusahaan teknologi perancangan cip.

Langkah ini memperlihatkan bahwa pengembangan semikonduktor nasional tidak dibatasi pada satu jenis produk.

Kebutuhan cip juga terdapat pada sistem kendali kendaraan, perangkat komunikasi, dan peralatan elektronik lainnya.

Meski demikian, arahan pengembangan cip otomotif kepada PT LEN belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa komponen tersebut telah masuk produksi massal.

Berapa Investasi yang Disiapkan Danantara?

Dalam DTIIF 2026, Danantara menyampaikan portofolio lebih dari 40 proyek industri strategis yang berada pada berbagai tahap persiapan.

Sebagian proyek masih melalui studi kelayakan untuk menilai aspek teknis, kebutuhan modal, serta kemungkinan pelaksanaannya.

Sigit juga menyampaikan sasaran investasi sekitar US$20 miliar hingga US$30 miliar dalam dua sampai tiga tahun ke depan.

Namun, target tersebut mencakup berbagai proyek industri strategis Danantara, bukan anggaran yang seluruhnya dialokasikan untuk membangun industri semikonduktor.

Selain semikonduktor, enam bidang prioritas forum Danantara mencakup energi, pangan dan kesehatan, transportasi dan infrastruktur, keuangan, serta AI dan infrastruktur digital.

Dalam pembukaan DTIIF pada 26 Oktober, Danantara turut menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Keuangan, Kemdiktisaintek, Kementerian Perindustrian, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Kerja sama lintas lembaga tersebut ditujukan untuk menghubungkan riset, pengembangan tenaga ahli, kebutuhan industri, serta pembiayaan inovasi.

Penandatanganan nota kesepahaman itu belum sama dengan keputusan investasi akhir untuk pembangunan fasilitas semikonduktor tertentu.

Baca Juga: Pengiriman PC Dunia Turun 21 Persen, Laptop Baru Kian Mahal

DTIIF 2026 berlangsung pada 26-28 Oktober di Jakarta. Agenda berikutnya mencakup pembahasan sektor industri, penawaran proyek, pertemuan investor, dan kerja sama teknologi.

Bagi industri semikonduktor, hal yang masih perlu ditetapkan adalah jenis produk yang diprioritaskan, mitra manufaktur, kebutuhan pendanaan, serta tahapan pengembangan dari desain menuju produksi.

Source: Danantara Indonesia
Tags: DanantaraSemikonduktor

Related Posts

Bagian belakang Samsung Galaxy S26 Ultra berwarna abu-abu terang dipegang dengan tangan, terlihat kamera belakang dan S Pen, disertai tulisan Samsung S26 Ultra
GADGET

Android 17 untuk HP Samsung, Galaxy S23 hingga A25 Masuk Daftar

Oktober 27, 2026
Ilustrasi beberapa pekerja menggunakan laptop dan berdiskusi dengan robot putih di sebuah ruang pengembangan teknologi
TEKNO & SAINS

Indonesia dan India Siapkan Ruang Uji AI untuk Kreator di Singhasari

Oktober 26, 2026
Ilustrasi laptop, PC desktop, modul RAM dan SSD di depan peta dunia dengan grafik merah turun dan angka minus 21 persen
TEKNO & SAINS

Pengiriman PC Dunia Turun 21 Persen, Laptop Baru Kian Mahal

Oktober 26, 2026

Highlights

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Asap Karhutla Ganggu Pernapasan, Kemenkes Catat 333.470 Kasus ISPA

KMP Batumandi Tenggelam di Merak, ASDP Siapkan Pengangkatan Kapal

Terpopuler

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Komdigi Bantah Minta Konten Karhutla Dihapus, Meutya Soroti Algoritma Medsos

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

KMP Batumandi Tenggelam di Merak, ASDP Siapkan Pengangkatan Kapal

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times