BULATAN TIMES – Selebgram Syafira Haddad akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kondisi tumbuh kembang putrinya, Jemima Humairah Assegaf atau yang akrab disapa Jema. Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik setelah perilaku Jema ramai menjadi perbincangan warganet di media sosial.
Melalui unggahan Instagram pada Jumat (6/11/2026), Syafira mengungkapkan bahwa putrinya telah mendapatkan diagnosis Autism Spectrum Disorder (ASD) tingkat ringan atau mild.
Syafira menjelaskan bahwa dirinya bersama sang suami, Achmad Rafey Assegaf, sebenarnya sudah memperhatikan perkembangan Jema sejak anak tersebut berusia dua tahun.
Setelah menjalani serangkaian konsultasi dan observasi bersama tenaga profesional, Jema akhirnya mendapatkan diagnosis ASD mild.
Syafira Tegaskan Jema Mendapat Pendampingan Profesional
Dalam klarifikasinya, Syafira menyampaikan bahwa ia dan suami terus berupaya memberikan dukungan terbaik sesuai kebutuhan perkembangan Jema.
Saat ini, Jema masih menjalani konsultasi, observasi, dan terapi sebagai bagian dari proses pendampingannya.
Bagi Syafira, diagnosis tersebut bukan alasan untuk membatasi perkembangan sang putri. Sebaliknya, ia ingin terus belajar memahami kebutuhan Jema agar dapat memberikan pengasuhan yang tepat.
Ia juga menegaskan bahwa setiap anak memiliki perjalanan tumbuh kembang yang berbeda.
Sempat Jadi Perbincangan karena Komentar Netizen
Sebelum Syafira memberikan klarifikasi, sejumlah warganet sempat menyoroti perilaku Jema melalui video yang beredar di media sosial.
Bahkan, beberapa komentar netizen mengaitkan perilaku Jema dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
Namun, Syafira kemudian menjelaskan diagnosis yang diperoleh putrinya setelah melalui proses konsultasi dan observasi profesional, yakni ASD tingkat ringan.
Perbedaan tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak seharusnya memberikan kesimpulan medis hanya berdasarkan potongan video di media sosial.
Diagnosis gangguan perkembangan membutuhkan pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga profesional.
Pesan Syafira tentang Perjalanan Tumbuh Kembang Anak
Dalam unggahannya, Syafira juga mengajak masyarakat memahami bahwa setiap anak mempunyai proses perkembangan masing-masing.
Menurutnya, hal terpenting adalah terus belajar memahami kebutuhan anak, memberikan dukungan, serta mendampingi setiap proses dengan penuh kasih sayang.
Syafira turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan doa untuk Jema.
Ia berharap putrinya selalu mendapatkan kesehatan, kebahagiaan, serta kemudahan dalam menjalani setiap proses tumbuh kembangnya.
Jadi Pengingat untuk Tidak Mudah Menghakimi Anak
Kisah Jema membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai pentingnya kesadaran terhadap perkembangan anak.
Orang tua perlu memahami bahwa setiap anak mempunyai karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, masyarakat sebaiknya menghindari komentar yang memberikan label negatif maupun dugaan diagnosis tanpa dasar profesional.
Alih-alih menghakimi, dukungan dan lingkungan yang menerima justru dapat membantu anak menjalani proses perkembangannya dengan lebih baik.
Klarifikasi Syafira Haddad pun menjadi pengingat bahwa kasih sayang, pemahaman, dan pendampingan profesional merupakan bagian penting dalam mendukung perjalanan tumbuh kembang setiap anak.





