Bulatan Times – Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, mengungkap strategi klubnya dalam membangun tim untuk bersaing di Liga Italia dan Eropa. Como ingin mengembangkan identitas permainan seperti Barcelona, sekaligus menjadikan Brighton & Hove Albion dan Brentford sebagai acuan dalam perekrutan pemain.
Mirwan menempatkan gaya bermain sebagai dasar pembangunan skuad. Pemain yang direkrut harus sesuai dengan karakter sepak bola yang ingin dipertahankan klub, termasuk ketika terjadi pergantian pelatih pada masa mendatang.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari perkembangan Como yang kini ditangani Cesc Fabregas. Klub milik keluarga Hartono itu sedang menjalani musim pertamanya di Liga Champions dan berada di papan atas Serie A 2026/2027.
Como Ingin Membangun Identitas seperti Barcelona
Mirwan menjelaskan bahwa arah permainan harus ditentukan sebelum klub menyusun pendekatan untuk mencari pemain.
“Kami memulainya dari DNA,” kata Mirwan, dikutip dari TNT Sports.
Menurutnya, Como menginginkan karakter sepak bola yang menekankan penguasaan bola, tekanan tinggi terhadap lawan, dan kemampuan mendominasi permainan. Barcelona menjadi salah satu contoh utama untuk identitas yang ingin dibangun tersebut.
Target itu tidak hanya berkaitan dengan cara tim bermain di bawah Fabregas. Mirwan ingin Como memiliki prinsip yang tetap berlaku sekalipun klub berganti pelatih berkali-kali.
Fabregas mempunyai hubungan panjang dengan Barcelona. Mantan gelandang timnas Spanyol itu pernah bermain untuk klub Catalan tersebut setelah mengawali perkembangan sepak bolanya di akademi La Masia.
Dalam karier kepelatihannya di Como, Fabregas juga memberikan perhatian pada penguasaan bola dan kebebasan pemain kreatif untuk mencari ruang. Pendekatan tersebut pernah ia bahas ketika menjelaskan peran Nico Paz dalam kemenangan Como atas Manchester United pada Oktober 2026.
Baca Juga: Fabregas Minta Como Tetap Rendah Hati Usai Kalahkan MU 4-1 di Liga Champions
Brighton dan Brentford Jadi Acuan Rekrutmen
Untuk urusan perekrutan, Mirwan menyebut Brighton dan Brentford sebagai dua klub Inggris yang pendekatannya banyak diperhatikan.
Como ingin menemukan pemain yang dinilai belum mendapatkan penghargaan sesuai potensinya di pasar transfer. Pemain tersebut kemudian harus dapat masuk ke dalam sistem permainan yang telah ditentukan.
Dengan pendekatan itu, kebutuhan tim menjadi pertimbangan dalam mencari pemain. Como tidak hanya memperhatikan kemampuan individu, tetapi juga kecocokannya dengan peran yang dibutuhkan dalam permainan kolektif.
Baca Juga: Jadwal Liga Italia Pekan 11, 7-9 November 2026: Inter vs Como
Meski mengagumi Brighton dan Brentford, Mirwan tidak berencana menyalin seluruh cara kerja klub Premier League tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Como menghadapi situasi berbeda. Infrastruktur komersial klub masih tertinggal dibandingkan sejumlah pesaing, sementara ukuran pasar yang dimiliki juga lebih kecil.
Como tidak mempunyai sejarah sebesar Arsenal, Manchester United, atau Liverpool yang dapat dijadikan modal untuk membangun daya tarik global dengan pendekatan serupa.
Sebagai gantinya, Mirwan melihat lokasi geografis dan daya tarik budaya kawasan Como sebagai keunggulan tersendiri, terutama untuk menjangkau pengunjung dari luar negeri.
Klub juga masih mencoba berbagai gagasan untuk mengembangkan usahanya. Mirwan mengakui tidak semua percobaan akan berhasil, sehingga Como perlu memilih pendekatan yang benar-benar sesuai dengan kondisinya.
Como Kembangkan Kerja Sama dengan 27 Klub
Rencana pengembangan Como tidak berhenti pada perekrutan pemain dan hasil pertandingan.
Mirwan mengungkapkan bahwa gagasan yang berhasil diterapkan di Como mulai ditawarkan sebagai layanan atau produk kepada klub lain. Tujuannya adalah mengembangkan kegiatan usaha yang tidak hanya bergantung pada pendapatan satu klub sepak bola.
Saat wawancara berlangsung, Mirwan menyebut pihaknya sedang bekerja sama dengan 27 klub.
Melalui pendekatan bisnis layanan untuk banyak klub, pengalaman yang diperoleh Como dapat digunakan pada organisasi olahraga lain. Mirwan melihat peluang tersebut sebagai cara memperluas kegiatan usaha secara bertahap.
Ia juga menilai kolaborasi antarklub penting bagi perkembangan Liga Italia. Dalam hubungan dengan tim Serie A lainnya, Mirwan menyebut AC Milan, Roma, Bologna, dan Sassuolo sebagai contoh klub yang terbuka untuk berdiskusi serta bertukar gagasan.
Menurutnya, persaingan di lapangan tidak harus menghalangi klub-klub Italia untuk bekerja sama dalam mengembangkan kegiatan komersial dan memperluas jangkauan kompetisi.
Perkembangan Como di Serie A dan Liga Champions
Perjalanan Como berlangsung pesat sejak keluarga Hartono mengambil alih klub sekitar tujuh tahun lalu, ketika tim masih berada di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia.
Fabregas datang sebagai pemain pada 2022 sebelum beralih ke dunia kepelatihan. Ia kemudian dipercaya menangani tim utama pada 2024 dan membawa Como lolos ke Liga Champions untuk musim 2026/2027.
Pada musim pertamanya di kompetisi tersebut, Como mengumpulkan sembilan poin dari empat pertandingan awal. Mereka mengalahkan RB Leipzig dan Manchester United dengan skor identik 4-1, sebelum mencatat kemenangan besar 9-1 atas Lens pada Rabu (4/11/2026) waktu setempat.
Anastasios Douvikas mencetak tiga gol dalam kemenangan atas Lens. Como juga mendapatkan kontribusi gol dari Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli.
Baca Juga: Hasil Lens vs Como 1-9, Douvikas Cetak Tiga Gol di Liga Champions
Di kompetisi domestik, Como menempati posisi keempat klasemen Liga Italia dengan 23 poin dari sepuluh pertandingan. Mereka meraih kemenangan 1-0 atas Venezia pada 1 November melalui penalti Lucas Da Cunha.
Como selanjutnya dijadwalkan menghadapi Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza pada Senin (9/11/2026) pukul 00.00 WIB. Inter berada dua poin di atas Como menjelang pertandingan pekan ke-11 tersebut.





