Lombok Tengah, Bulatan Times – Ratusan pembalap bersiap memperebutkan gelar juara nasional dalam kejuaraan balap motor sportbike Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026. Ajang tersebut memasuki putaran final yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 7–8 November 2026.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, mengatakan putaran kelima ini akan menentukan para juara nasional setelah empat putaran sebelumnya.
“Setelah melalui empat putaran, ajang MRS ini akan menentukan para juara nasional tahun ini di ronde terakhir, 7–8 November di Sirkuit Mandalika,” kata Ananda Mikola di Lombok Tengah, Sabtu.
Persaingan Ketat di Kelas National Sport 250
Persaingan memperebutkan gelar juara di kelas National Sport 250 (NS250) diprediksi berlangsung sengit. Irfan Ardiansyah dari Honda NWN TUS Ilegal Racing Team masih memimpin klasemen sementara dengan 182 poin.
Baca juga: Hasil Practice MotoGP Qatar 2026: Di Giannantonio Rekor, Acosta Harus Lewat Q1
Candra H dari Yamaha Yamalube SCM Grup Aditama NHK STSJ RK RBT34 GDT Berau membayangi Irfan di posisi kedua dengan raihan 152 poin.
Sementara itu, M. Abid Ashar Musyafa dari Yamaha Nitiracing Global Ondolomon Pikoli Dynavolt KYT memimpin klasemen Junior Sport 250 U-18 dengan 145 poin. Ahmad Azel Savero dari Astra Motor Racing Team Kalimantan menempati posisi kedua dengan 136 poin.
Di kelas Underbone 150, pembalap asal Jawa Barat, Fadli Rigani dari Yamaha LFN HP969 RCB UMA SSS Koizumi Trastar Cargloss, memimpin klasemen dengan 157 poin. Sementara itu, Rendi Oding dari AS Tuan Muda PRK The Strokes 55 terus membayangi Fadli dengan 149 poin.
Sejumlah Pembalap Berpeluang Mengunci Gelar Juara
Pada kelas Supersport 600 (SS600), Herjun Atna Firdaus dari Astra Honda Racing Team berpeluang mengunci gelar juara umum pada Race 1 putaran kelima. Selain itu, Herjun hanya perlu finis di zona poin untuk mempertahankan posisi puncak klasemen.
Saat ini, Herjun mengoleksi 214 poin atau unggul 52 poin dari pesaing terdekatnya.
Sementara itu, Fahmi Basam dari Yamaha LFN HP969 RCB UMA SSS Koizumi Trastar Cargloss telah memastikan gelar juara umum kelas National Sport 150 (NS150) pada Race 2 putaran keempat, September lalu.
Fahmi mengumpulkan 215 poin dan unggul 78 poin dari rekan satu timnya, Fadli Rigani, yang menempati posisi kedua klasemen.
Dominasi pembalap juga terlihat di kelas Indonesia Junior Talent Cup 150 U-15 (IJTC). Resky YH dari Astra Motor Racing Team Yogyakarta telah mengukuhkan posisi puncak klasemen dengan 162 poin.
Resky unggul 51 poin dari rekan satu timnya, Bintang Pranata Sukma, yang mengoleksi 111 poin di posisi kedua.
Sebanyak 102 Starter Ramaikan Putaran Final
Sebanyak 102 starter siap meramaikan putaran final Pertamina Mandalika Racing Series 2026. Mereka akan bersaing memperebutkan gelar juara pada sejumlah kelas utama dan kelas pendukung.
Panitia mencatat empat kelas Kejurnas yang akan dipertandingkan, yakni National Sport 150 (NS150) dengan 17 starter. Selain itu, National Sport 250 (NS250) dengan 25 starter, Supersport 600 (SS600) dengan 6 starter, serta Indonesia Junior Talent Cup U-15 (IJTC) dengan 30 starter.
Sementara itu, kelas pendukung Junior Sport 250 U-18 diikuti 16 starter dan Underbone 150 diikuti 6 starter.
Cetak Talenta Muda Balap Motor Nasional
Selain menghadirkan persaingan antarpembalap profesional, MRS juga memberikan ruang bagi pembalap muda untuk mengembangkan kemampuan dan meniti karier secara bertahap.
Kelas pembinaan seperti Indonesia Junior Talent Cup 150 U-15 dan Junior Sport 250 U-18 menjadi wadah bagi para talenta muda untuk menunjukkan kemampuan. Selain itu, ajang ini juga mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
“Kami ingin para pembalap muda tidak hanya berkembang dari sisi kemampuan balap, tetapi juga memahami standar dan regulasi yang akan mereka hadapi ketika berkompetisi di jenjang yang lebih tinggi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Pertamina Mandalika Racing Series bukan sekadar ajang adu kecepatan bagi pembalap dan tim. Kejuaraan tersebut juga telah berkembang menjadi salah satu arena bergengsi yang memperkuat budaya balap motor nasional.
“Bukan sekadar adu kencang bagi pembalap atau tim, namun Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series telah menjadi arena bergengsi dalam kultur balap Nasional,” katanya.





