21 °c
Banjar Triwangsakeliki
24 ° Sel
24 ° Rab
Senin, Oktober 26, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home TEKNO & SAINS

Indonesia dan India Siapkan Ruang Uji AI untuk Kreator di Singhasari

Indonesia dan India meluncurkan kerja sama AI bagi industri kreatif, termasuk ruang uji teknologi di KEK Singhasari dan target karya bersama pada 2027.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
26 Oktober 2026, 22.45 WIB
in TEKNO & SAINS
Ilustrasi beberapa pekerja menggunakan laptop dan berdiskusi dengan robot putih di sebuah ruang pengembangan teknologi

Gambar Ilustrasi. (Buatan AI/Bulatan Times)

BULATAN TIMES – Indonesia dan India memperkuat kerja sama teknologi dengan menyiapkan ruang uji kecerdasan buatan (AI) bagi pelaku industri kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Jawa Timur. Fasilitas yang disebut Creative Tech Sandbox itu ditujukan untuk membantu pengembangan karya lokal dengan dukungan teknologi dan kemampuan produksi audiovisual.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari Indonesia-India Creative Tech Corridor yang diluncurkan di Jakarta pada Sabtu (24/10/2026). Kerja sama ini melibatkan pelaku industri kedua negara, dengan tujuan mempertemukan kreator Indonesia dan mitra teknologi serta produksi konten dari India.

Selain menyediakan ruang pengujian teknologi, kedua pihak menargetkan pengembangan karya audiovisual bersama yang dapat diperkenalkan kepada pasar internasional. Hasil kolaborasi pertama ditargetkan tampil dalam ajang World Audio Visual and Entertainment Summit (WAVES) 2027 di Mumbai, India.

Apa yang Akan Dikembangkan di KEK Singhasari?

Program utama yang diumumkan dalam kerja sama ini adalah Creative Tech Sandbox, sebuah ruang uji coba untuk mengeksplorasi penggunaan AI dan teknologi baru dalam pekerjaan kreatif.

Ruang tersebut menjadi tempat bagi kreator dan pelaku industri untuk mencoba pemanfaatan teknologi sebelum diterapkan lebih luas dalam proses produksi.

Mengutip keterangan Kementerian Ekonomi Kreatif, pengembangan Creative Tech Sandbox diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung perlindungan hak cipta.

Kehadiran fasilitas tersebut berkaitan dengan kebutuhan industri audiovisual yang semakin banyak menggunakan teknologi digital, mulai dari pengembangan konsep hingga pengolahan materi produksi.

Namun, Creative Tech Sandbox tidak sama dengan pengumuman pembangunan pabrik atau pusat data baru. Dalam kerja sama yang diluncurkan pada 24 Oktober, program tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari ekosistem pengujian dan kolaborasi teknologi kreatif.

Rincian mengenai kapasitas fasilitas, perangkat yang akan digunakan, serta jadwal operasionalnya belum diumumkan.

Karakter dan Cerita Lokal Jadi Fokus Kerja Sama

Salah satu perhatian utama Indonesia dan India adalah pengembangan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).

Dalam industri kreatif, IP dapat berupa karakter, cerita, desain, atau karya lain yang memiliki hak kepemilikan dan dapat dikembangkan menjadi produk komersial.

Indonesia memiliki berbagai karakter dan cerita lokal yang berpotensi diadaptasi menjadi konten audiovisual. Sementara itu, India memiliki industri produksi dan teknologi yang dapat menjadi mitra dalam proses pengembangan karya tersebut.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk menghubungkan kemampuan kreator Indonesia dengan teknologi serta pengalaman produksi audiovisual India.

Pemerintah juga ingin agar talenta dan IP Indonesia tetap terlibat dalam pengembangan produk yang ditujukan ke pasar internasional.

Dengan demikian, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada penggunaan AI untuk menghasilkan konten, tetapi juga pada pengembangan karya yang dapat dimiliki, dipasarkan, dan memperoleh nilai ekonomi.

Perlindungan hak cipta menjadi bagian penting dari rencana tersebut. Meski demikian, mekanisme pembagian hak, penggunaan materi karya untuk pengembangan AI, serta pembagian pendapatan antar mitra belum dijelaskan secara terperinci.

Lokanima dan Sejumlah Perusahaan Ikut Terlibat

Peluncuran Indonesia-India Creative Tech Corridor ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Lokanima yang berada di KEK Singhasari dan sejumlah mitra industri Indonesia serta India.

Para pihak yang disebut dalam kerja sama itu mencakup kreator karakter Fun Cican, Wahyu Aditya, Prodigi AI, LPP TVRI, Cinepolis, dan Xelta dari MatchBest Group.

Dari India, mitra yang terlibat antara lain Galleri5 India dan Collective Studios yang berada dalam jaringan Collective Artists Network.

Keterlibatan sejumlah pihak tersebut mempertemukan unsur penciptaan karakter, teknologi AI, produksi audiovisual, dan jaringan distribusi konten.

Kerja sama mencakup pengembangan teknologi kreatif, penciptaan IP, serta perluasan distribusi karya ke pasar internasional.

Penandatanganan nota kesepahaman menjadi dasar kolaborasi antar mitra. Namun, belum ada rincian resmi mengenai besaran investasi masing-masing pihak maupun pembagian tanggung jawab produksi untuk setiap proyek.

Baca Juga: Foto dan Video AI Bisa Memicu Ingatan Palsu, Ini Temuan Studi MIT

Karya Indonesia dan India Ditargetkan Tampil pada 2027

Salah satu target yang sudah disebut pemerintah adalah memperkenalkan hasil kolaborasi Indonesia dan India pada WAVES 2027 di Mumbai.

Ajang tersebut menjadi sasaran awal untuk memperlihatkan hasil kerja sama industri audiovisual kedua negara.

Namun, pemerintah belum mengumumkan judul karya, format produksi, jumlah proyek, maupun tanggal penyelesaian masing-masing produk yang akan ditampilkan.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan pemerintah siap mendukung pengembangan talenta, kemitraan industri, perlindungan kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar.

Sementara itu, Wakil Duta Besar India untuk Indonesia, Bijay Selvaraj, menilai kekuatan cerita serta budaya Indonesia dapat saling melengkapi dengan ekosistem teknologi dan produksi audiovisual India.

Kerja sama ini menjadi salah satu tindak lanjut rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung di Jakarta.

Pemerintah Berharap AI Membuka Peluang Kerja Kreatif

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penggunaan AI dapat membuka peluang keterampilan dan pekerjaan baru di sektor ekonomi kreatif.

Dalam peluncuran kerja sama pada 24 Oktober, Airlangga menyampaikan harapannya agar kolaborasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan sektor kreatif hingga dua digit.

Angka pertumbuhan itu masih merupakan harapan pemerintah, bukan hasil yang sudah dicapai melalui kerja sama Indonesia dan India.

Pemerintah juga menempatkan KEK Singhasari sebagai salah satu kawasan yang didorong untuk kegiatan riset, inovasi, dan komersialisasi karya kreatif.

Pengembangan industri berbasis AI membutuhkan dukungan infrastruktur digital dan tenaga kerja yang menguasai teknologi. Namun, pembangunan pusat data dan pengembangan semikonduktor yang juga dibahas pemerintah merupakan agenda infrastruktur yang lebih luas, bukan seluruhnya bagian dari kesepakatan industri kreatif dengan India.

Baca Juga: Tips Menggunakan ChatGPT untuk Penjualan, dari Promosi hingga Follow Up

Bagi pelaku industri kreatif Indonesia, perkembangan berikutnya terletak pada pelaksanaan Creative Tech Sandbox, akses kreator terhadap program tersebut, dan karya bersama yang akan disiapkan menuju WAVES 2027.

Rincian itu akan menentukan bagaimana kerja sama yang telah diumumkan dapat digunakan oleh studio, pembuat karakter, dan pelaku produksi konten di Indonesia.

Source: Kementerian Ekonomi Kreatif; Kemenko Perekonomian
Tags: artificial intelligenceEkonomi KreatifIndiaKEK Singhasari

Related Posts

Ilustrasi laptop, PC desktop, modul RAM dan SSD di depan peta dunia dengan grafik merah turun dan angka minus 21 persen
TEKNO & SAINS

Pengiriman PC Dunia Turun 21 Persen, Laptop Baru Kian Mahal

Oktober 26, 2026
Ilustrasi seseorang melihat dua versi foto keluarga berbeda di layar laptop, dengan visual otak dan fragmen ingatan di latar belakang
TEKNO & SAINS

Foto dan Video AI Bisa Memicu Ingatan Palsu, Ini Temuan Studi MIT

Oktober 26, 2026
Ilustrasi laptop dan ponsel menampilkan logo ChatGPT, disertai panel manfaat konten, riset, dan produktivitas
TEKNO & SAINS

Tips Menggunakan ChatGPT untuk Penjualan, dari Promosi hingga Follow Up

Oktober 25, 2026

Highlights

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Asap Karhutla Ganggu Pernapasan, Kemenkes Catat 333.470 Kasus ISPA

KMP Batumandi Tenggelam di Merak, ASDP Siapkan Pengangkatan Kapal

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Komdigi Bantah Minta Konten Karhutla Dihapus, Meutya Soroti Algoritma Medsos

Terpopuler

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Build Nana Tersakit 2026, Item, Emblem dan Combo Sekali Burst

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Lapas Cilegon Gelar Sidak dan Tes Urine Bersama BNNK Terkait Isu Narkoba

Komdigi Bantah Minta Konten Karhutla Dihapus, Meutya Soroti Algoritma Medsos

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times