Bulatan Times – Kebiasaan sederhana setelah makan kini menarik perhatian masyarakat. Salah satunya adalah gerakan mengangkat tumit atau jinjit yang melibatkan otot betis. Banyak orang mulai melirik aktivitas ini karena potensinya dalam membantu tubuh mengendalikan lonjakan gula darah.
Menariknya, sebuah penelitian mengungkap bahwa latihan otot betis tertentu mampu menekan lonjakan gula darah hingga sekitar 32 persen. Temuan ini tentu menarik perhatian, terutama bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan metabolisme.
Lantas, benarkah gerakan jinjit setelah makan memberikan manfaat tersebut? Simak penjelasannya!
Penelitian Ungkap Manfaat Latihan Otot Betis
Penelitian yang terbit dalam jurnal Sports pada 10 Maret 2025 menguji manfaat latihan soleus push-up terhadap kadar gula darah.
Peneliti melibatkan 10 orang dengan kondisi pradiabetes. Mereka kemudian membandingkan respons gula darah peserta saat menjalani tes toleransi glukosa, baik ketika melakukan latihan maupun tanpa aktivitas tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan soleus push-up mampu menekan lonjakan gula darah sekitar 32 persen.
Meski begitu, penelitian ini masih melibatkan jumlah peserta yang terbatas. Para peneliti masih membutuhkan studi lanjutan untuk memastikan manfaatnya pada kelompok masyarakat yang lebih luas.
Mengenal Soleus Push-Up, Latihan Sederhana untuk Otot Betis
Soleus merupakan otot yang terletak di bagian belakang betis. Otot ini membantu seseorang berdiri, berjalan, dan menggerakkan pergelangan kaki.
Latihan soleus push-up memiliki gerakan yang cukup sederhana. Seseorang cukup duduk, mengangkat tumit, lalu menurunkannya kembali secara berulang. Selama melakukan gerakan ini, ujung kaki tetap menyentuh lantai.
Gerakan tersebut membuat otot soleus bekerja dan menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini berpotensi membantu tubuh mengontrol kadar gula darah.
Namun, perlu diingat bahwa soleus push-up berbeda dari gerakan jinjit biasa dalam posisi berdiri.
Cara Melakukan Soleus Push-Up di Rumah
Siapa pun dapat mencoba gerakan sederhana ini tanpa membutuhkan peralatan khusus. Berikut langkah-langkahnya:
- Duduk dengan posisi tubuh tegak dan nyaman.
- Letakkan kedua telapak kaki di lantai.
- Angkat kedua tumit secara perlahan, sementara ujung kaki tetap menempel di lantai.
- Turunkan kembali tumit hingga menyentuh lantai.
- Ulangi gerakan secara berirama sesuai kemampuan.
Lakukan gerakan dengan nyaman dan jangan memaksakan tubuh. Jika muncul rasa nyeri atau ketidaknyamanan, segera hentikan latihan.
Jalan Kaki Setelah Makan Juga Bantu Kendalikan Gula Darah
Selain gerakan jinjit setelah makan, berjalan kaki santai juga menawarkan manfaat bagi kesehatan metabolisme.
Saat seseorang berjalan, otot membutuhkan energi untuk menghasilkan gerakan. Proses tersebut membantu tubuh menggunakan glukosa dalam darah.
Karena itu, berjalan santai setelah makan bisa menjadi pilihan aktivitas sederhana untuk membantu mengendalikan lonjakan gula darah.
Tinjauan sistematis yang terbit pada 2023 juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik setelah makan memberikan manfaat dalam mengendalikan kadar gula darah. Bahkan, waktu berolahraga setelah makan dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi metabolisme tubuh.
Jangan Andalkan Gerakan Jinjit untuk Mengatasi Diabetes
Meski menawarkan potensi manfaat, gerakan jinjit setelah makan bukan solusi instan untuk mengatasi diabetes.
Penderita diabetes tetap perlu menjaga pola makan, rutin berolahraga, memantau kadar gula darah, dan mengikuti anjuran dokter.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa hasil penelitian tidak selalu memberikan dampak yang sama pada setiap orang.
Pada akhirnya, kebiasaan sederhana seperti menggerakkan otot betis dan berjalan santai setelah makan dapat membantu mendukung pola hidup sehat. Jadi, tidak ada salahnya mulai membiasakan aktivitas ringan setelah makan demi menjaga kesehatan tubuh.





