Bulatan Times – Konsumsi kacang tanah panggang tanpa garam berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak orang dewasa yang lebih tua. Sebuah penelitian terhadap 31 peserta menemukan perubahan respons insulin pada bagian otak yang berkaitan dengan kemampuan mengingat setelah mereka mengonsumsi kacang tanah setiap hari selama 16 minggu.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food & Function edisi 19 Oktober 2026 tersebut dilakukan oleh tim dari Maastricht University Medical Center, Belanda.
Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi kacang tanah mungkin memengaruhi cara bagian tertentu pada otak merespons hormon insulin. Namun, temuan ini belum cukup untuk memastikan bahwa makan kacang tanah dapat mencegah penurunan daya ingat atau penyakit demensia.
Baca Juga: Cara Mencegah Darah Tinggi, Mulai dari Pola Makan hingga Cek Rutin
Penelitian Melibatkan 31 Orang Dewasa Lebih Tua
Penelitian melibatkan 31 orang dewasa sehat berusia sekitar 60-75 tahun, dengan rata-rata usia 67 tahun.
Para peserta menjalani dua periode perlakuan yang berbeda. Pada satu periode, mereka mengonsumsi 60 gram kacang tanah panggang dengan kulit ari dan tanpa tambahan garam setiap hari selama 16 minggu.
Pada periode lainnya, peserta tidak mengonsumsi kacang tanah selama 16 minggu.
Kedua periode dipisahkan oleh jeda delapan minggu untuk mengurangi kemungkinan pengaruh perlakuan sebelumnya terhadap pengukuran berikutnya.
Urutan perlakuan ditentukan secara acak. Dengan metode ini, peneliti dapat membandingkan kondisi peserta yang sama ketika mengonsumsi kacang tanah dan ketika tidak mengonsumsinya.
Tim peneliti kemudian mengukur respons otak terhadap insulin menggunakan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).
Apa yang Ditemukan pada Respons Insulin Otak?
Insulin dikenal sebagai hormon yang membantu mengatur kadar gula darah. Namun, hormon ini juga berperan dalam proses komunikasi antarsel saraf dan berbagai fungsi otak.
Respons otak terhadap insulin dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.
Dalam penelitian tersebut, peserta diberikan insulin melalui hidung sebagai bagian dari prosedur pengukuran. Peneliti kemudian menggunakan MRI untuk melihat perubahan aliran darah pada jaringan otak.
Setelah periode konsumsi kacang tanah, ditemukan perbedaan respons aliran darah terhadap insulin pada satu kelompok area di bagian kanan otak dibandingkan dengan periode tanpa kacang tanah.
Respons aliran darah terhadap insulin di area tersebut tercatat lebih rendah setelah konsumsi kacang tanah. Peneliti menilai pola perubahan ini berpotensi mencerminkan respons insulin otak yang lebih baik.
Area yang teridentifikasi mencakup bagian wilayah yang berkaitan dengan proses memori, termasuk hipokampus dan daerah di sekitarnya.
Meski demikian, perubahan tersebut tidak ditemukan merata di seluruh otak.
Peneliti juga tidak menemukan perubahan bermakna pada kandungan lemak hati maupun sejumlah penanda dalam darah yang berkaitan dengan pengaturan gula, metabolisme lemak, dan peradangan tingkat rendah.
Apakah Kacang Tanah Terbukti Meningkatkan Daya Ingat?
Temuan terbaru ini melanjutkan penelitian sebelumnya yang menggunakan kelompok peserta yang sama.
Dalam publikasi tahun 2025 di jurnal Clinical Nutrition, tim peneliti melaporkan bahwa konsumsi kacang tanah selama 16 minggu berkaitan dengan peningkatan aliran darah otak secara keseluruhan sebesar 3,6 persen.
Pada salah satu pengujian, kemampuan mengingat kata setelah jeda waktu juga menunjukkan peningkatan sebesar 5,8 persen.
Namun, peningkatan tersebut tidak ditemukan pada seluruh aspek kemampuan berpikir yang diuji.
Penelitian terbaru berusaha memahami apakah perubahan respons insulin otak mungkin menjadi salah satu penjelasan dari hasil sebelumnya.
Hubungan tersebut masih berupa kemungkinan mekanisme biologis. Penelitian belum membuktikan bahwa perubahan respons insulin secara langsung menyebabkan peningkatan daya ingat.
Karena kedua publikasi menggunakan peserta dari penelitian yang sama, hasilnya juga belum dapat dianggap sebagai dua uji independen yang saling mengonfirmasi.
Baca Juga: Viral Stevia Diduga Tak Sesuai Klaim, BPOM Turun Tangan dan Penjualan Produk Dihentikan Sementara
Mengapa Hasil Penelitian Masih Perlu Dikonfirmasi?
Jumlah peserta yang relatif kecil menjadi salah satu keterbatasan penelitian ini.
Seluruh peserta merupakan orang dewasa lebih tua yang berada dalam kondisi kesehatan relatif baik. Hasilnya belum tentu berlaku sama pada kelompok usia lain atau pasien yang telah mengalami gangguan daya ingat.
Penelitian juga berlangsung selama 16 minggu untuk setiap periode perlakuan. Belum diketahui apakah perubahan respons insulin tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.
Selain itu, perubahan hasil pemindaian otak tidak sama dengan bukti bahwa risiko demensia atau penyakit Alzheimer telah berkurang.
Penelitian lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar dan masa pemantauan lebih panjang diperlukan untuk mengetahui dampak konsumsi kacang tanah terhadap kemampuan berpikir dan kesehatan otak dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah Perlu Mengonsumsi 60 Gram Kacang Tanah Setiap Hari?
Jumlah 60 gram kacang tanah per hari merupakan takaran yang digunakan dalam penelitian, bukan rekomendasi konsumsi yang harus diikuti setiap orang.
Kacang tanah mengandung lemak tidak jenuh, protein, serat, serta berbagai senyawa alami yang dapat menjadi bagian dari pola makan beragam.
Namun, kacang tanah juga mengandung energi yang cukup tinggi sehingga porsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.
Jenis yang digunakan dalam penelitian adalah kacang tanah panggang dengan kulit ari dan tanpa garam. Karena itu, hasilnya tidak dapat langsung disamakan dengan konsumsi kacang goreng asin, kacang berlapis gula, atau produk olahan lainnya.
Orang yang memiliki alergi kacang tanah juga tidak boleh mencoba mengonsumsinya berdasarkan temuan penelitian tersebut.
Hingga kini, bukti yang tersedia belum cukup untuk menjadikan konsumsi kacang tanah dalam jumlah tertentu sebagai terapi gangguan memori atau cara khusus mencegah demensia.





