22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Kam
25 ° Jum
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home KULINER

Resep Pindang Ikan Patin Khas Lampung, Kuah Segar dengan Rasa Asam Pedas

Pindang ikan patin khas Lampung memiliki kuah asam pedas dari belimbing wuluh dan tomat rampai. Simak bahan dan cara memasaknya.

Tri Antoni by Tri Antoni
28 Oktober 2026, 23.28 WIB
in KULINER
Potongan ikan patin dalam kuah kuning kemerahan dengan cabai, sayuran, dan daun hijau di mangkuk putih

Pindang Ikan Patin Khas Lampung. (Buatan AI/Bulatan Times)

Bulatan Times – Pindang ikan patin khas Lampung memiliki kuah berwarna kuning kemerahan dengan rasa asam, pedas, dan gurih. Perpaduan belimbing wuluh, tomat rampai, cabai, dan rempah membuat hidangan ini cocok disantap bersama nasi putih hangat.

Ikan patin menjadi salah satu pilihan untuk membuat pindang karena dagingnya lembut dan memiliki kandungan lemak yang memberikan rasa gurih pada kuah. Selain patin, masyarakat Lampung juga mengenal pindang berbahan ikan baung dan ikan mas.

Salah satu ciri pindang Lampung adalah penggunaan bahan pemberi rasa asam. Belimbing wuluh dapat dipadukan dengan tomat rampai untuk menghasilkan rasa segar tanpa harus menggunakan banyak bahan tambahan.

Resep berikut menghasilkan sekitar empat porsi dan dapat dibuat menggunakan panci biasa di rumah.

Baca Juga: 5 Kuliner Terkenal di Bandar Lampung

Bahan Pindang Ikan Patin Khas Lampung

Bahan utama:

  • 800 gram ikan patin, potong menjadi 4-5 bagian
  • 1 liter air
  • 5 buah belimbing wuluh, belah dua
  • 8 buah tomat rampai, belah dua
  • 6 buah cabai rawit merah, sesuai selera
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 1 genggam daun kemangi
  • 2 sendok makan minyak goreng
  • 3/4 sendok teh garam, sesuaikan dengan selera
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok makan air jeruk nipis

Bumbu halus:

  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 4 buah cabai merah keriting
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 1 butir kemiri

Jika tidak menemukan tomat rampai, gunakan dua buah tomat merah ukuran sedang. Potong menjadi beberapa bagian agar mudah menyatu dengan kuah.

Untuk rasa yang tidak terlalu pedas, cabai rawit dapat dikurangi. Sebaliknya, jika menyukai pindang yang lebih pedas, tambahkan cabai rawit sesuai selera.

Cara Membuat Pindang Ikan Patin

1. Siapkan Ikan Patin

Pilih ikan patin yang masih segar dengan daging cukup padat dan tidak berbau menyengat.

Minta penjual membersihkan isi perut dan insang ikan, kemudian memotongnya sesuai ukuran yang diinginkan.

Periksa kembali bagian dalam ikan untuk memastikan tidak ada sisa kotoran. Keringkan menggunakan tisu dapur bersih.

Lumuri potongan ikan dengan air jeruk nipis, lalu diamkan sekitar 10 menit di dalam lemari pendingin sambil menyiapkan bumbu.

Jeruk nipis membantu memberikan aroma segar, tetapi bukan pengganti proses memasak ikan sampai matang.

2. Haluskan dan Tumis Bumbu

Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, kunyit, jahe, dan kemiri.

Panaskan minyak di dalam panci menggunakan api sedang.

Masukkan bumbu halus, kemudian tumis sampai harum. Tambahkan serai, daun salam, dan lengkuas yang sudah dimemarkan.

Aduk selama beberapa menit sampai bumbu matang dan aromanya keluar.

Pastikan bumbu tidak sampai gosong karena dapat membuat kuah terasa pahit.

3. Buat Kuah Asam Pedas

Tuangkan satu liter air ke dalam panci berisi bumbu tumis.

Aduk perlahan sampai bumbu tercampur, kemudian tunggu hingga air mendidih.

Masukkan belimbing wuluh yang sudah dibelah. Tambahkan garam dan gula pasir.

Biarkan kuah mendidih perlahan selama beberapa menit agar rasa belimbing wuluh mulai menyatu dengan bumbu.

Cicipi kuah menggunakan sendok bersih.

Jika rasa asam sudah cukup kuat, tidak perlu menambahkan bahan asam lainnya. Jika terlalu asam, tambahkan sedikit air panas, kemudian sesuaikan kembali garam dan gulanya.

4. Masukkan Ikan Patin

Setelah rasa kuah sesuai, masukkan potongan ikan patin satu per satu.

Atur posisi ikan agar sebagian besar permukaannya terendam kuah.

Kecilkan api hingga kuah mendidih perlahan. Hindari mengaduk terlalu sering karena daging patin yang mulai matang mudah terlepas dari tulangnya.

Masak sekitar 10-15 menit sebagai perkiraan awal, bergantung pada ukuran dan ketebalan potongan ikan.

Untuk memastikan keamanan makanan, bagian tengah ikan sebaiknya mencapai suhu setidaknya 63 derajat Celsius. Jika tidak menggunakan termometer makanan, pastikan daging tidak lagi transparan dan mudah terpisah menggunakan garpu.

5. Tambahkan Tomat Rampai dan Kemangi

Ketika ikan hampir matang, masukkan tomat rampai dan cabai rawit.

Biarkan tomat sedikit melunak, tetapi jangan memasaknya terlalu lama sampai seluruh bagiannya hancur.

Setelah ikan benar-benar matang, masukkan daun kemangi yang sudah dipetik dan dibersihkan.

Aduk kuah secara perlahan tanpa banyak menggerakkan potongan ikan.

Diamkan sebentar sampai aroma kemangi keluar, kemudian matikan api.

Pindang patin siap dipindahkan ke mangkuk saji bersama kuah, tomat, belimbing wuluh, dan cabai.

Baca Juga: Resep Ikan Tuna Pedas Manis dengan Kecap untuk Lauk Rumahan

Tips agar Pindang Patin Tidak Amis dan Dagingnya Tetap Utuh

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memasak pindang patin, terutama jika menggunakan ikan berukuran besar.

Pilih ikan yang masih segar. Ikan yang sudah tidak segar dapat memiliki aroma tidak sedap yang sulit dihilangkan hanya dengan bumbu. Hindari ikan yang berbau asam, busuk, atau seperti amonia.

Bersihkan bagian dalam ikan. Pastikan tidak ada sisa isi perut atau darah yang tertinggal. Jaga kebersihan talenan dan pisau setelah bersentuhan dengan ikan mentah.

Masak bumbu sebelum ikan dimasukkan. Bawang, kunyit, jahe, dan serai perlu dimasak sampai aromanya keluar. Dengan begitu, ikan tidak harus berada terlalu lama di dalam panci untuk menunggu bumbu matang.

Gunakan api kecil setelah ikan masuk. Kuah yang mendidih terlalu kuat dapat membuat daging patin pecah dan terlepas dari tulangnya.

Jangan terlalu sering mengaduk. Jika perlu meratakan bumbu, goyangkan panci secara perlahan atau siramkan sedikit kuah ke permukaan ikan menggunakan sendok.

Masukkan kemangi menjelang matang. Kemangi tidak perlu direbus terlalu lama agar aromanya tetap terasa ketika pindang disajikan.

Pelengkap untuk Menikmati Pindang Patin

Pindang patin khas Lampung dapat disantap bersama nasi putih hangat, sambal terasi, dan lalapan.

Rasa asam dari belimbing wuluh berpadu dengan gurihnya ikan, sementara cabai memberikan rasa pedas yang dapat disesuaikan.

Jika menyukai kuah yang lebih banyak, tambahkan sedikit air saat memasak dan sesuaikan kembali bumbunya.

Pindang paling nikmat disajikan hangat. Jika masih ada sisa makanan, pindahkan ke wadah tertutup dan simpan di lemari pendingin paling lambat dua jam setelah dimasak.

Hindari membiarkan pindang terlalu lama pada suhu ruang, terutama ketika cuaca panas.

Tags: Tips Memasak

Related Posts

Sejumlah orang berdiri di depan mural warna-warni bertema kuliner dan papan Teras LA saat sebuah kegiatan di Lenteng Agung
KULINER

Sentra Kuliner Teras Lenteng Agung Tampil Baru dengan Mural Warna-warni

Oktober 28, 2026
Ilustrasi ikan bakar disajikan bersama sambal seruit merah, lalapan, dan nasi dalam tampah
KULINER

5 Kuliner Terkenal di Bandar Lampung

Oktober 21, 2026
Bistik daging sapi berlapis saus kecap dan bawang bombai, disajikan bersama kentang, wortel, dan buncis
KULINER

Resep Bistik Daging Sapi Rumahan, Empuk dengan Saus Kecap Gurih

Oktober 17, 2026

Highlights

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Asap Karhutla Ganggu Pernapasan, Kemenkes Catat 333.470 Kasus ISPA

KMP Batumandi Tenggelam di Merak, ASDP Siapkan Pengangkatan Kapal

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Sentra Kuliner Teras Lenteng Agung Tampil Baru dengan Mural Warna-warni

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times