Bulatan Times – Pindang ikan patin khas Lampung memiliki kuah berwarna kuning kemerahan dengan rasa asam, pedas, dan gurih. Perpaduan belimbing wuluh, tomat rampai, cabai, dan rempah membuat hidangan ini cocok disantap bersama nasi putih hangat.
Ikan patin menjadi salah satu pilihan untuk membuat pindang karena dagingnya lembut dan memiliki kandungan lemak yang memberikan rasa gurih pada kuah. Selain patin, masyarakat Lampung juga mengenal pindang berbahan ikan baung dan ikan mas.
Salah satu ciri pindang Lampung adalah penggunaan bahan pemberi rasa asam. Belimbing wuluh dapat dipadukan dengan tomat rampai untuk menghasilkan rasa segar tanpa harus menggunakan banyak bahan tambahan.
Resep berikut menghasilkan sekitar empat porsi dan dapat dibuat menggunakan panci biasa di rumah.
Baca Juga: 5 Kuliner Terkenal di Bandar Lampung
Bahan Pindang Ikan Patin Khas Lampung
Bahan utama:
- 800 gram ikan patin, potong menjadi 4-5 bagian
- 1 liter air
- 5 buah belimbing wuluh, belah dua
- 8 buah tomat rampai, belah dua
- 6 buah cabai rawit merah, sesuai selera
- 2 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 1 genggam daun kemangi
- 2 sendok makan minyak goreng
- 3/4 sendok teh garam, sesuaikan dengan selera
- 1/2 sendok teh gula pasir
- 1 sendok makan air jeruk nipis
Bumbu halus:
- 6 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 4 buah cabai merah keriting
- 2 cm kunyit
- 2 cm jahe
- 1 butir kemiri
Jika tidak menemukan tomat rampai, gunakan dua buah tomat merah ukuran sedang. Potong menjadi beberapa bagian agar mudah menyatu dengan kuah.
Untuk rasa yang tidak terlalu pedas, cabai rawit dapat dikurangi. Sebaliknya, jika menyukai pindang yang lebih pedas, tambahkan cabai rawit sesuai selera.
Cara Membuat Pindang Ikan Patin
1. Siapkan Ikan Patin
Pilih ikan patin yang masih segar dengan daging cukup padat dan tidak berbau menyengat.
Minta penjual membersihkan isi perut dan insang ikan, kemudian memotongnya sesuai ukuran yang diinginkan.
Periksa kembali bagian dalam ikan untuk memastikan tidak ada sisa kotoran. Keringkan menggunakan tisu dapur bersih.
Lumuri potongan ikan dengan air jeruk nipis, lalu diamkan sekitar 10 menit di dalam lemari pendingin sambil menyiapkan bumbu.
Jeruk nipis membantu memberikan aroma segar, tetapi bukan pengganti proses memasak ikan sampai matang.
2. Haluskan dan Tumis Bumbu
Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, kunyit, jahe, dan kemiri.
Panaskan minyak di dalam panci menggunakan api sedang.
Masukkan bumbu halus, kemudian tumis sampai harum. Tambahkan serai, daun salam, dan lengkuas yang sudah dimemarkan.
Aduk selama beberapa menit sampai bumbu matang dan aromanya keluar.
Pastikan bumbu tidak sampai gosong karena dapat membuat kuah terasa pahit.
3. Buat Kuah Asam Pedas
Tuangkan satu liter air ke dalam panci berisi bumbu tumis.
Aduk perlahan sampai bumbu tercampur, kemudian tunggu hingga air mendidih.
Masukkan belimbing wuluh yang sudah dibelah. Tambahkan garam dan gula pasir.
Biarkan kuah mendidih perlahan selama beberapa menit agar rasa belimbing wuluh mulai menyatu dengan bumbu.
Cicipi kuah menggunakan sendok bersih.
Jika rasa asam sudah cukup kuat, tidak perlu menambahkan bahan asam lainnya. Jika terlalu asam, tambahkan sedikit air panas, kemudian sesuaikan kembali garam dan gulanya.
4. Masukkan Ikan Patin
Setelah rasa kuah sesuai, masukkan potongan ikan patin satu per satu.
Atur posisi ikan agar sebagian besar permukaannya terendam kuah.
Kecilkan api hingga kuah mendidih perlahan. Hindari mengaduk terlalu sering karena daging patin yang mulai matang mudah terlepas dari tulangnya.
Masak sekitar 10-15 menit sebagai perkiraan awal, bergantung pada ukuran dan ketebalan potongan ikan.
Untuk memastikan keamanan makanan, bagian tengah ikan sebaiknya mencapai suhu setidaknya 63 derajat Celsius. Jika tidak menggunakan termometer makanan, pastikan daging tidak lagi transparan dan mudah terpisah menggunakan garpu.
5. Tambahkan Tomat Rampai dan Kemangi
Ketika ikan hampir matang, masukkan tomat rampai dan cabai rawit.
Biarkan tomat sedikit melunak, tetapi jangan memasaknya terlalu lama sampai seluruh bagiannya hancur.
Setelah ikan benar-benar matang, masukkan daun kemangi yang sudah dipetik dan dibersihkan.
Aduk kuah secara perlahan tanpa banyak menggerakkan potongan ikan.
Diamkan sebentar sampai aroma kemangi keluar, kemudian matikan api.
Pindang patin siap dipindahkan ke mangkuk saji bersama kuah, tomat, belimbing wuluh, dan cabai.
Baca Juga: Resep Ikan Tuna Pedas Manis dengan Kecap untuk Lauk Rumahan
Tips agar Pindang Patin Tidak Amis dan Dagingnya Tetap Utuh
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memasak pindang patin, terutama jika menggunakan ikan berukuran besar.
Pilih ikan yang masih segar. Ikan yang sudah tidak segar dapat memiliki aroma tidak sedap yang sulit dihilangkan hanya dengan bumbu. Hindari ikan yang berbau asam, busuk, atau seperti amonia.
Bersihkan bagian dalam ikan. Pastikan tidak ada sisa isi perut atau darah yang tertinggal. Jaga kebersihan talenan dan pisau setelah bersentuhan dengan ikan mentah.
Masak bumbu sebelum ikan dimasukkan. Bawang, kunyit, jahe, dan serai perlu dimasak sampai aromanya keluar. Dengan begitu, ikan tidak harus berada terlalu lama di dalam panci untuk menunggu bumbu matang.
Gunakan api kecil setelah ikan masuk. Kuah yang mendidih terlalu kuat dapat membuat daging patin pecah dan terlepas dari tulangnya.
Jangan terlalu sering mengaduk. Jika perlu meratakan bumbu, goyangkan panci secara perlahan atau siramkan sedikit kuah ke permukaan ikan menggunakan sendok.
Masukkan kemangi menjelang matang. Kemangi tidak perlu direbus terlalu lama agar aromanya tetap terasa ketika pindang disajikan.
Pelengkap untuk Menikmati Pindang Patin
Pindang patin khas Lampung dapat disantap bersama nasi putih hangat, sambal terasi, dan lalapan.
Rasa asam dari belimbing wuluh berpadu dengan gurihnya ikan, sementara cabai memberikan rasa pedas yang dapat disesuaikan.
Jika menyukai kuah yang lebih banyak, tambahkan sedikit air saat memasak dan sesuaikan kembali bumbunya.
Pindang paling nikmat disajikan hangat. Jika masih ada sisa makanan, pindahkan ke wadah tertutup dan simpan di lemari pendingin paling lambat dua jam setelah dimasak.
Hindari membiarkan pindang terlalu lama pada suhu ruang, terutama ketika cuaca panas.





