JAKARTA, BULATAN TIMES – Aksi Women’s March Jakarta 2026 menarik perhatian publik pada Sabtu (7/11/2026). Tak hanya aktivis dan komunitas perempuan, sejumlah selebritas Tanah Air juga turun langsung ke jalan untuk menyuarakan berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan hak asasi manusia (HAM).
Nama Sherina Munaf menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Penyanyi sekaligus aktris tersebut hadir membawa poster berisi pesan tentang kerusakan lingkungan dan perlindungan habitat satwa. Kehadirannya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap isu perempuan juga berkaitan erat dengan persoalan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Sherina Munaf Soroti Kerusakan Lingkungan
Melalui unggahan Instagram, Sherina membagikan momen saat mengikuti Women’s March Jakarta 2026. Ia membawa sejumlah poster dengan pesan yang mengajak masyarakat menjaga bumi dan memperhatikan nasib satwa liar.
Salah satu poster yang menarik perhatian bertuliskan, “The Earth Is Not a Dead Thing You Can Claim.” Pesan tersebut mengingatkan bahwa bumi bukan sekadar objek yang bisa dikuasai atau dieksploitasi manusia.
Selain itu, Sherina juga mengangkat isu perlindungan orangutan dan kerusakan habitat hutan. Pesan ini menegaskan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan perhatian bersama, bukan hanya dari kelompok pemerhati alam.
Della Dartyan hingga Shahnaz Soehartono Ikut Bersuara
Sherina bukan satu-satunya figur publik yang meramaikan aksi tersebut. Aktris Della Dartyan juga terlihat hadir dengan membawa poster bertuliskan “Burn Calories, Not Forest.”
Melalui pesan itu, Della mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian hutan dan ancaman kebakaran hutan. Poster tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap berbagai aktivitas yang merusak lingkungan.
Sementara itu, Shahnaz Soehartono menyoroti persoalan kebutuhan menstruasi perempuan. Ia membawa pesan tentang akses terhadap pembalut dan beban biaya yang harus perempuan tanggung setiap bulan.
Tak hanya ketiga nama tersebut, sejumlah figur publik lain juga terlihat mengikuti aksi, antara lain Eva Celia, Tara Basro, Kristo Immanuel, Kamila Andini, dan Yoshi Sudarso.
Kehadiran mereka membuat Women’s March Jakarta 2026 semakin mendapat perhatian masyarakat. Selain menyampaikan dukungan, para figur publik tersebut turut memperluas jangkauan pesan aksi melalui media sosial.
Women’s March Jakarta 2026 Bawa Sembilan Tuntutan
Women’s March Jakarta 2026 mengusung tema “Negara Menindas, Kita Lawan!”. Tahun ini, penyelenggara membawa sembilan tuntutan utama yang mencakup persoalan keadilan sosial, kesetaraan gender, perlindungan HAM, hingga kelestarian lingkungan.
Berikut sejumlah isu utama yang menjadi perhatian peserta:
- Keadilan ekonomi dan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat.
- Penghapusan kekerasan, diskriminasi, dan kriminalisasi berbasis gender.
- Perlindungan hak atas tubuh serta akses kesehatan reproduksi.
- Pencegahan kekerasan berbasis gender di ruang digital.
- Pembentukan kebijakan dan peraturan yang menjunjung HAM.
- Perlindungan kebebasan sipil dan penghentian militerisasi ruang sipil.
- Perlindungan hak masyarakat Papua.
- Keadilan ekologis dan penghentian perusakan lingkungan.
- Evaluasi kebijakan publik yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat.
Peserta memulai aksi dari kawasan Simpang Sarinah menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat. Sepanjang kegiatan, mereka membawa poster, spanduk, dan menyampaikan orasi untuk memperjuangkan berbagai aspirasi.
Bukan Sekadar Aksi, Ini Pesan yang Ingin Disampaikan
Partisipasi sejumlah artis dalam Women’s March Jakarta 2026 memperlihatkan bahwa isu kesetaraan, perlindungan perempuan, dan lingkungan memiliki keterkaitan yang luas.
Melalui poster dan pesan yang mereka bawa, para figur publik mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata terhadap persoalan sosial yang masih terjadi.
Pada akhirnya, Women’s March Jakarta 2026 bukan sekadar kegiatan turun ke jalan. Aksi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan hak, serta mendorong perhatian lebih besar terhadap keadilan dan perlindungan kelompok rentan.





