Cilegon, Bulatan Times – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Lili, S.H., M.H., secara resmi meluncurkan Modul Pemasyarakatan Agro Smart Farm Model (PAS FM) di Aula Lapas Kelas IIA Cilegon, Jumat (6/11/2026). Selain itu, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Banten juga menghadiri kegiatan tersebut.
Melalui peluncuran ini, Kanwil Ditjenpas Banten memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan dengan mengembangkan sektor pertanian yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Selain itu, program ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
PAS FM, Inovasi Pembinaan Kemandirian Lapas Cilegon
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Wahyu Trah Utomo, menggagas inovasi PAS FM sebagai bagian dari proyek perubahan. Inovasi ini dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jatinangor.
Baca juga: Lapas Cilegon Bekali Warga Binaan Keterampilan Pertanian Modern dan Kewirausahaan
Melalui inovasi ini, Lapas Kelas IIA Cilegon mengembangkan model pembinaan kemandirian yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain itu, PAS FM mengadopsi pendekatan modern melalui konsep smart farming, circular economy, dan zero waste guna menciptakan sistem pembinaan yang produktif, efisien, serta berkelanjutan.
Hadirkan Pedoman Teknis bagi Seluruh UPT Pemasyarakatan
Tim Efektif Proyek Perubahan menyusun Modul PAS FM dengan melibatkan akademisi dan praktisi agribisnis sebagai narasumber. Mereka menyusun modul tersebut untuk menghadirkan pedoman teknis yang sistematis, terarah, dan aplikatif bagi seluruh UPT Pemasyarakatan dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, Lili, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi PAS FM. Selain itu, ia berharap modul ini dapat menjadi pedoman sekaligus sumber inspirasi bagi seluruh UPT Pemasyarakatan di wilayah Banten. Hal ini bertujuan agar setiap UPT dapat mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia di masing-masing satuan kerja.
Sosialisasi Modul PAS FM kepada Seluruh Kepala UPT
Setelah melaksanakan peluncuran, kegiatan berlanjut dengan sosialisasi Modul PAS FM kepada seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Banten. Melalui sosialisasi ini, penyelenggara mendorong kesamaan persepsi dan pemahaman mengenai konsep serta mekanisme penerapan PAS FM di masing-masing satuan kerja.
Langkah ini juga menjadi upaya untuk memperluas implementasi inovasi PAS FM. Dengan demikian, seluruh UPT Pemasyarakatan mengembangkan program pembinaan kemandirian berdasarkan potensi dan sumber daya masing-masing.
Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Ketahanan Pangan
Melalui PAS FM, Lapas Kelas IIA Cilegon terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pola pembinaan yang tidak hanya memberikan keterampilan kepada warga binaan. Namun, program ini juga membekali mereka dengan kemampuan produktif dan bernilai ekonomis sebagai modal untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Ke depan, Lapas Kelas IIA Cilegon berharap PAS FM dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi oleh UPT Pemasyarakatan lainnya. Inovasi ini sekaligus memperkuat peran Pemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan nasional.
PAS FM: Dari Pembinaan Menuju Kemandirian, Dari Pemasyarakatan untuk Ketahanan Pangan Nasional.





