22 °c
Banjar Triwangsakeliki
26 ° Ming
26 ° Sen
Sabtu, November 7, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home HEALTH

Anak Tantrum Jangan Langsung Dimarahi! Sentuhan Lembut Orang Tua Bisa Bantu Si Kecil Kembali Tenang

Sentuhan lembut, pelukan, dan kesabaran orang tua dapat membantu anak mengelola emosi. Kenali cara tepat menghadapi tantrum tanpa bentakan.

Raden Vania by Raden Vania
7 November 2026, 21.17 WIB
in HEALTH, PARENTING
Anak Tantrum Jangan Langsung Dimarahi! Sentuhan Lembut Orang Tua Bisa Bantu Si Kecil Kembali Tenang

BULATAN TIMES – Menghadapi anak yang menangis histeris, berteriak, hingga berguling di lantai memang bisa menguji kesabaran orang tua. Namun, Bunda dan Ayah perlu memahami bahwa tantrum bukan sekadar perilaku anak yang ingin mencari perhatian. Kondisi ini juga menjadi bagian dari proses perkembangan emosional si kecil.

Menariknya, sentuhan lembut dari orang tua ternyata dapat membantu anak menghadapi ledakan emosinya. Pelukan, usapan lembut, atau genggaman tangan bisa memberikan rasa aman ketika anak merasa kewalahan.

Informasi mengenai cara menenangkan anak tantrum ini kembali menarik perhatian para orang tua setelah akun Instagram @purela.official membagikan edukasi parenting tentang pentingnya sentuhan penuh kasih dalam mendampingi anak.

Mengapa Anak Bisa Mengalami Tantrum?

Tantrum merupakan hal yang umum terjadi pada masa balita, terutama ketika anak mulai belajar mengenali keinginan dan emosinya.

Pada usia tersebut, kemampuan anak untuk mengendalikan emosi belum berkembang secara sempurna. Akibatnya, anak sering kesulitan menyampaikan rasa kecewa, marah, lelah, atau frustrasi melalui kata-kata.

Selain itu, beberapa kondisi juga dapat memicu tantrum, antara lain:

  • Anak merasa lapar atau mengantuk.
  • Keinginannya tidak terpenuhi.
  • Anak merasa lelah setelah beraktivitas.
  • Anak kesulitan menyampaikan keinginannya.
  • Anak merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar.

Karena itu, orang tua perlu memahami penyebab tantrum sebelum menentukan cara mengatasinya.

Sentuhan Lembut Membantu Anak Merasa Aman

Salah satu cara menenangkan anak tantrum adalah memberikan sentuhan lembut sesuai kenyamanan anak.

Pelukan hangat, usapan pada punggung, atau genggaman tangan dapat membantu anak merasakan kehadiran dan kasih sayang orang tuanya.

Pendekatan ini berkaitan dengan konsep co-regulation, yaitu proses ketika orang tua membantu anak mengelola emosinya melalui ketenangan, kedekatan, dan respons yang penuh perhatian.

UNICEF menjelaskan bahwa anak yang mengalami tantrum membutuhkan bantuan orang dewasa untuk kembali tenang. Orang tua dapat menawarkan pelukan, sentuhan penuh kasih, serta berbicara menggunakan suara yang lembut.

Namun, orang tua tidak perlu memaksakan kontak fisik. Jika anak menolak pelukan, cukup duduk di dekatnya dan tunjukkan bahwa Ayah atau Bunda selalu siap mendampingi.

5 Cara Menenangkan Anak Tantrum yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Selain memberikan sentuhan lembut, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menghadapi tantrum.

1. Tetap Tenang dan Jangan Membentak

Pertama, orang tua perlu mengendalikan emosinya sendiri. Hindari membentak atau memarahi anak karena tindakan tersebut dapat membuat suasana semakin sulit.

Sebaliknya, tunjukkan sikap tenang agar anak merasa aman.

2. Berikan Pelukan Jika Anak Menginginkannya

Selanjutnya, tawarkan pelukan atau sentuhan lembut. Kehadiran fisik orang tua dapat membantu anak merasa diperhatikan dan tidak menghadapi emosinya sendirian.

3. Akui Perasaan Anak

Jangan langsung meminta anak berhenti menangis. Cobalah memahami perasaannya dengan kalimat sederhana seperti, “Bunda tahu kamu sedang marah. Tidak apa-apa merasa marah, Nak.”

Dengan begitu, anak mulai belajar mengenali dan memahami emosinya.

4. Kurangi Keramaian dan Stimulasi

Jika anak mengalami tantrum di tempat umum, ajak ia menuju tempat yang lebih tenang dan aman.

Selain itu, kurangi suara bising atau aktivitas yang dapat membuat anak semakin tidak nyaman.

5. Berikan Penjelasan Setelah Anak Tenang

Terakhir, tunggu sampai emosi anak mereda. Setelah itu, ajak anak berbicara menggunakan bahasa sederhana.

Bantu anak memahami penyebab kemarahannya dan ajarkan cara menyampaikan keinginan tanpa berteriak atau memukul.

Jangan Anggap Tantrum sebagai Kenakalan Anak

Orang tua perlu memahami bahwa tantrum merupakan bagian dari proses belajar mengelola emosi. Karena itu, anak membutuhkan pendampingan, bukan hukuman yang membuatnya semakin takut.

American Academy of Pediatrics (AAP) juga menekankan pentingnya membantu anak mengenali emosi, membangun rutinitas menenangkan diri, serta memberikan contoh perilaku positif.

Di sisi lain, orang tua tetap perlu menetapkan batasan. Anak boleh merasa marah atau kecewa, tetapi tidak boleh menyakiti dirinya sendiri maupun orang lain.

Pada akhirnya, sentuhan lembut memang bukan tombol ajaib yang langsung menghentikan semua tantrum. Namun, perhatian, kesabaran, dan kasih sayang orang tua dapat menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosional anak.

Sebab, terkadang hal sederhana seperti pelukan hangat dan kehadiran orang tua justru menjadi hal yang paling dibutuhkan si kecil ketika dunianya terasa tidak menyenangkan.

Tags: Anak TantrumEdukasi KeluargaKesehatan AnakParentingPerkembangan AnakPola Asuh AnakTips Parenting

Related Posts

Petugas laboratorium memeriksa tabung sampel darah bertanda HbA1c di ruang laboratorium klinis
HEALTH

Apa Itu HbA1c? Kenali Batas Normal dan Cara Membaca Hasil Tesnya

November 7, 2026
Ilustrasi Psikolog klinis dari Therapists of New York, Geoffrey Gold
HEALTH

Cara aman menggunakan AI untuk dukungan kesehatan mental

November 7, 2026
Viral Gerakan Jinjit Setelah Makan, Benarkah Bisa Turunkan Lonjakan Gula Darah hingga 32 Persen?
HEALTH

Viral Gerakan Jinjit Setelah Makan, Benarkah Bisa Turunkan Lonjakan Gula Darah hingga 32 Persen?

November 7, 2026

Highlights

Siapa yang Boleh Melakukan Penyadapan di Indonesia? Ini Aturan Hukumnya

Hari Ini! Byeon Woo-seok Gelar Fan Meeting di Jakarta, Penggemar Siap Bertemu Sang Idola

CPNS 2026 Segera Dibuka November! Simak Jadwal dan Persiapan Seleksinya

Kalapas Cilegon Hadirkan Model Pembinaan Kemandirian Berbasis Agro Smart Farm

Diskon Tiket Kapal Merak-Bakauheni Nataru, Pesan Mulai 7 November

Opini Redaksi: Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Jangan Berhenti pada Tiga Tersangka

Terpopuler

M. Andrean Saefudin Ajukan Permohonan Hak Angket ke DPR Terkait Syarat Pendidikan Wakil Presiden

AKBP Netty Rosdiana Ajukan Mundur dari Polri Lewat Instagram

Jema Anak Syafira Haddad Jadi Perbincangan, Kenali ADHD pada Anak dan Cara Tepat Menanganinya

Praktisi Hukum Desak Kejari Lampung Barat Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DPRD

Kronologi Kasus Dugaan Penyadapan terhadap Prabowo hingga Listyo Sigit Ditahan

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times