Bulatan Times – Gulai taboh merupakan salah satu masakan tradisional Lampung yang menggunakan santan dan aneka bumbu rempah. Hidangan ini dapat dibuat dengan ikan, menghasilkan kuah gurih kekuningan dengan sentuhan rasa asam dari belimbing wuluh.
Kunyit memberikan warna pada kuah, sedangkan serai dan lengkuas menambah aroma. Belimbing wuluh dipadukan dengan santan agar rasa gulai tidak hanya gurih, tetapi juga memiliki kesegaran yang khas.
Untuk membuat gulai taboh di rumah, ikan nila segar dapat digunakan sebagai bahan utama. Resep berikut menghasilkan sekitar empat porsi dengan 700 gram ikan dan 200 ml santan kental.
Baca Juga: Resep Pindang Ikan Patin Khas Lampung, Kuah Segar dengan Rasa Asam Pedas
Bahan Gulai Taboh Khas Lampung
Bahan utama:
- 700 gram ikan nila segar, bersihkan dan potong menjadi empat bagian
- 200 ml santan kental
- 500 ml air
- 5 buah belimbing wuluh, iris serong
- 2 batang serai, memarkan
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 2 lembar daun salam
- 1 genggam kecil daun kemangi
- 1 sendok makan air jeruk nipis
- 2 sendok makan minyak goreng
- 1 sendok teh garam, sesuaikan selera
- 1/2 sendok teh gula pasir
Bumbu halus:
- 7 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 butir kemiri, sangrai
- 2 cm kunyit segar
- 4 buah cabai merah keriting
- 2 buah cabai rawit, opsional
Jumlah cabai dapat dikurangi jika menginginkan gulai yang tidak terlalu pedas. Belimbing wuluh juga bisa ditambahkan secara bertahap karena tingkat keasamannya dapat berbeda.
Cara Membuat Gulai Taboh agar Ikan Matang dan Santan Tidak Pecah
1. Bersihkan dan Siapkan Ikan
Bersihkan sisik, insang, dan isi perut ikan nila. Bilas menggunakan air bersih, lalu tiriskan.
Potong ikan menjadi empat bagian dengan ukuran yang tidak terlalu kecil agar dagingnya tidak mudah hancur saat dimasak.
Lumuri ikan dengan air jeruk nipis, kemudian simpan di lemari pendingin selama sekitar 5-10 menit sambil menyiapkan bumbu.
2. Haluskan dan Tumis Bumbu
Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, cabai merah, dan cabai rawit jika digunakan.
Panaskan minyak dalam panci menggunakan api sedang. Masukkan bumbu halus, kemudian tumis hingga matang dan aroma bawang mentah berkurang.
Tambahkan serai, lengkuas, dan daun salam. Aduk selama beberapa menit agar rempah tercampur dengan bumbu.
3. Masukkan Air dan Ikan
Tuangkan 500 ml air ke dalam panci berisi tumisan bumbu. Aduk sampai bumbu larut, kemudian tunggu hingga kuah mulai mendidih.
Masukkan potongan ikan secara perlahan. Atur agar ikan tidak saling bertumpuk terlalu rapat.
Masak dengan api sedang cenderung kecil selama sekitar 5-7 menit. Hindari terlalu sering membalik ikan agar dagingnya tetap utuh.
4. Tuangkan Santan Secara Perlahan
Kecilkan api sebelum memasukkan santan.
Tuangkan 200 ml santan kental secara bertahap ke dalam kuah. Aduk perlahan pada bagian kuah di sekitar ikan agar santan tercampur tanpa merusak potongan daging.
Pertahankan api kecil dan biarkan kuah mendidih perlahan. Jangan membiarkan santan bergolak terlalu kuat karena lemak dan air di dalamnya dapat terpisah.
5. Tambahkan Belimbing Wuluh dan Bumbu Pelengkap
Setelah santan tercampur rata, masukkan irisan belimbing wuluh, garam, dan gula pasir.
Lanjutkan memasak selama sekitar 7-10 menit atau sampai ikan matang. Waktu memasak dapat disesuaikan dengan ketebalan potongan ikan.
Untuk memeriksa kematangan, lihat bagian daging yang paling tebal. Daging ikan yang matang tidak lagi tampak transparan dan mudah terpisah menggunakan garpu.
Cicipi kuah. Tambahkan sedikit garam bila kurang gurih atau belimbing wuluh apabila menginginkan rasa yang lebih asam.
Masukkan daun kemangi menjelang akhir memasak, lalu aduk kuah sebentar.
Matikan api dan pindahkan gulai ke mangkuk saji. Tuangkan kuah secara perlahan agar ikan tidak hancur.
Baca Juga: 5 Kuliner Terkenal di Bandar Lampung
Tips Memasak Santan agar Kuah Gulai Tetap Gurih
Saat memasak gulai taboh, pengaturan panas menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Santan mengandung lemak dan air yang dapat terpisah apabila dipanaskan terlalu kuat.
Gunakan api kecil setelah santan dimasukkan dan aduk kuah secara perlahan, terutama saat mulai panas.
Karena gulai menggunakan potongan ikan yang mudah hancur, pengadukan sebaiknya dilakukan pada bagian kuah di pinggir panci. Sesekali siramkan kuah ke permukaan ikan menggunakan sendok sayur.
Jika kuah mulai terlalu kental sebelum ikan matang, tambahkan sedikit air panas. Aduk perlahan sampai kekentalannya sesuai.
Hindari memasak gulai terlalu lama setelah ikan matang. Selain berisiko membuat santan terpisah, pemasakan berlebihan dapat membuat daging ikan pecah dan terlepas dari tulangnya.
Variasi Gulai Taboh di Berbagai Daerah Lampung
Gulai taboh tidak selalu dibuat dengan bahan yang sama. Perbedaan bahan dapat ditemukan menurut daerah, kebiasaan memasak, dan hasil pangan yang tersedia.
Di wilayah pesisir Lampung, salah satu variasinya dikenal sebagai gulai taboh iwa tapa, yakni gulai santan yang menggunakan ikan asap. Pengasapan memberikan karakter aroma berbeda dibandingkan gulai yang menggunakan ikan segar.
Selain ikan, terdapat pula gulai taboh yang menggunakan udang atau kerang. Beberapa racikan menambahkan kacang panjang, daun melinjo, nangka muda, atau sayuran lainnya.
Versi dengan ikan asap biasanya tidak memerlukan waktu pemasakan sepanjang ikan segar apabila bahan telah matang melalui proses pengasapan. Namun, kondisi ikan tetap perlu diperiksa sebelum disajikan.
Pada resep yang menggunakan sayuran, bahan bertekstur keras seperti nangka muda perlu dimasak lebih dahulu hingga lunak sebelum ikan dimasukkan.
Perbedaan tersebut memungkinkan gulai taboh hadir dengan kuah, bahan utama, dan pelengkap yang beragam tanpa meninggalkan penggunaan santan serta rempah sebagai bagian penting masakannya.





